Mengenal Persepsi, Ilusi, dan Halusinasi
Kita tentu sering sekali mendengar istilah persepsi, ilusi, maupun halusinasi. Pada ilmu kejiwaan, kata-kata tersebut sangat akrab bagi mereka yang berkecimpung di dalamnya. Tapi apa sebenarnya persepsi, ilusi, dan halusinasi ditinjau dari sisi kejiwaan ?
Persepsi adalah hasil interaksi antara dua faktor, yaitu faktor rangsangan sensorik yang tertuju kepada individu atau seseorang dan faktor pengaruh yang mengatur atau mengolah rangsangan itu secara intra-psikis. faktor-faktor pengaruh itu dapat bersifat biologis, sosial, dan psikologis. Karena adanya proses pengaruh-mempengaruhi antara kedua faktor tadi, di mana di dalamnya bergabung pula proses asosiasi, maka terjadilah suatu hasil interaksi tertentu yang bersifat “gambaran psikis”.
Ilusi adalah suatu persepsi panca indera yang disebabkan adanya rangsangan panca indera yang ditafsirkan secara salah. Dengan kata lain, ilusi adalah interpretasi yang salah dari suatu rangsangan pada panca indera. Sebagai contoh, seorang penderita dengan perasaan yang bersalah, dapat meng-interpretasikan suara gemerisik daun-daun sebagai suara yang mendekatinya. Ilusi sering terjadi pada saat terjadinya ketakutan yang luar biasa pada penderita atau karena intoksikasi, baik yang disebabkan oleh racun, infeksi, maupun pemakaian narkotika dan zat adiktif.
Ilusi terjadi dalam bermacam-macam bentuk, yaitu ilusi visual (penglihatan), akustik (pendengaran), olfaktorik (pembauan), gustatorik (pengecapan), dan ilusi taktil (perabaan).
Mengenal Inteligensi, IQ dan EQ…???
Inteligensi
Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah :
Faktor bawaan atau keturunan
Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0,50. Sedangkan di antara 2 anak kembar, korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi, sekitar 0,90. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. IQ mereka berkorelasi sekitar 0,40 – 0,50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya, dan hanya 0,10 – 0,20 dengan ayah dan ibu angkatnya. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah, IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi, walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal.
Faktor lingkungan
Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir, ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Selain gizi, rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting.
Intelligence Quotient (IQ)
Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ, padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan, sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient, adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Dengan demikian, IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan.
Tujuh Cara Meningkatkan Kinerja Otak
Untuk meningkatkan kinerja otak, dr.Daniel G.Amen, penulis buku Making a Good Brain Great Here, memberikan tujuh tips berikut:
1. Tingkatkan asupan air
Ingat, otak kita tersusun atas 80% air. Dehidrasi ringan saja dapat meningkatkan produksi hormon stres yang dapat merusak otak kita.
2. Batasi asupan kalori
Penelitian pada hewan dan manusia mengindikasikan bahwa diet dengan kalori terbatas baik bagi otak dan memperpanjang usia. Makan dalam jumlah lebih sedikit dapat memicu mekanisme tertentu di dalam tubuh untuk meningkatkan produksi nerve growth factors, yang bermanfaat bagi otak.
3. Konsumsilah asam lemak omega-3
Ikan, minyak ikan, dan DHA, merupakan salah satu bentuk asam lemak omega-3. Penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa diet yang kaya asam lemak omega-3 membantu meningkatkan keseimbangan emosional dan mood yang sehat, mungkin karena DHA merupakan komponen utama dari deretan dendrit otak.
4. Konsumsilah sumber antioksidan
Vitamin E dan C merupakan sumber antioksidan. Sejumlah penelitian telah menunjukka bahwa asupan antioksidan dari buah dan sayur secara signifikan mengurangi penurunan kemampuan kognitif kita.
5. Konsumsi protein, lemak baik, dan karbohidrat dalam porsi seimbang.
Karenanya, pada setiap makanan atau kue, cobalah untuk mendapatkan protein, karbohidrat, dan lemak dalam keadaan seimbang.
6. Masukkan 24 bahan pangan sehat dalam diet harian Anda
Bahan-bahan pangan tersebut meliputi: sumber protein (ikan: salmon, tuna, makerel, hering; unggas: kalkun tanpa kulit; daging merah: sapi dan babi; telur; tahu dan produk olahan kedelai; susu dan produksi olahannya; bebijian; garbanzo beans dan lentil; kekacangan), karbohidrat kompleks (bery-beryan; blue berry, raspberry, stroberi, blackberry; jeruk; cherry; buah persik; brokoli; gandum; lada merah dan kuning; labu; bayam; tomat; ubi jalar), lemak (alpukat; minyak zaitun; buah zaitun), serta cairan (air, teh hijau atau hitam).
7. Konsumsi camilan rendah kalori
Berhubungan dengan faktor kedua, harus disadari saat orang memakan camilan terkadang mereka tidak sadar dengan jumlah makanan yang sudah mereka masukkan ke dalam tubuh, terutama apabila sambil melakukan aktifitas tertentu, menonton TV misalnya?(kompas)
MUI : Tak Selamanya Aborsi Diharamkan
Liputan6.com, Jakarta: Meski tak dibahas dalam Ijtima Majelis Ulama Indonesia III di Padang Panjang, Sumatra Barat, pada 23 Januari silam, para ulama tetap memiliki pandangan berbeda tentang aborsi. Tak selamanya aborsi itu diharamkan, namun sering disalahgunakan para dokter yang berwenang.
Ketua Komisi Fatwa MUI Kiai Haji Ma`ruf Amin, Ahad (25/1), menyatakan praktik aborsi dibolehkan jika kondisi janin membahayakan nyawa sang ibu atau janin dideteksi menderita cacat yang tak bisa disembuhkan. Selain itu, janin hasil perkosaan dibolehkan diaborsi jika sang ibu tak menghendaki kehadirannya. Namun, praktik tersebut harus dilakukan sebelum kandungan berusia 40 hari.
Kenyataannya, aborsi di luar alasan medis atau ilegal tetap marak. Dengan kamera tersembunyi, SCTV pernah menelusuri betapa mudahnya mendapat layanan aborsi ilegal di kawasan Jakarta Pusat. Praktik serupa diduga masih banyak dilayani di tempat lain.
Pada Kamis lalu, polisi menangkap dokter Ownie yang melayani praktik aborsi di kliniknya di Warakas, Tanjungpriok, Jakarta Utara. Hasil pemeriksaan menunjukkan Ownie memiliki beberapa klinik cabang di wilayah yang sama dan Jakarta Timur. Diduga, klinik-klinik tersebut juga difungsikan untuk aborsi.(liputan6.com)
Bukan sekedar onggokan daging….
Berikut dibawah ini adalah beberapa penuturan yang disampaikan oleh para dokter berhubung dengan permasalahan seputar aborsi. Biarlah kiranya penuturan-penuturan dibawah ini bisa mengingatkan kita betapapun juga janin-janin itu bukanlah sekedar onggokan daging belaka, tapi manusia yang pada dasarnya memiliki hak hidup.
Saat itu menjelang tengah malam, saya sedang berada di Unit Gawat Darurat ketika seorang remaja yang saya perkirakan tidak lebih dari umur 20 tahun masuk dengan mimik muka kebingungan bercampur takut. Saya mulai bertanya mencari tahu apa masalahnya sehingga ia datang untuk berobat. Ia mulai dengan pernyataan bahwa ia mengalami pendarahan hilang timbul selama hampir tiga bulan. Ketika saya mulai memancing dengan pertanyaan mengenai riwayat menstruasinya, dengan nada agak panik ia mengaku telah melakukan aborsi di sebuah klinik dengan seorang dokter spesialis hampir tiga bulan yang lalu. Setelah hampir seminggu dikuret ia mulai mengalami pendarahan. Sebelumnya ia pernah mencoba aborsi dengan mengkonsumsi obat-obatan dari dokter lain. Setelah minum obat itu, ia mulai merasa sakit perut lalu ada yang keluar dari (maaf) lubang kemaluannya berupa darah dan gumpalan-gumpalan. Sampai sekarang ia merasa ada yang masih mengganjal di sana. Ia sudah coba menariknya tetapi tidak bisa.

Hal itu membuat ia ketakutan. Saya putuskan untuk memeriksanya. Biarpun saya sudah dapat menduga apa yang sedang terjadi, sejujurnya saya tidak pernah menyangka bahwa yang terlihat adalah potongan sepasang kaki mungil milik janin berusia kurang lebih 15-16 minggu yang ‘lolos’ dari usaha aborsi.
(Seperti yang diceritakan TN, seorang dokter umum disalah satu rumah sakit Jakarta)
Metode-metode Aborsi- Benarkah tanpa efek samping…???

Metode Penyedotan (Suction Curettage)
Pada 1-3 bulan pertama dalam kehidupan janin, aborsi dilakukan dengan metode penyedotan. Teknik inilah yang paling banyak dilakukan untuk kehamilan usia dini. Mesin penyedot bertenaga kuat dengan ujung tajam dimasukkan ke dalam rahim lewat mulut rahim yang sengaja dimekarkan. Penyedotan ini mengakibatkan tubuh bayi berantakan dan menarik ari-ari (plasenta) dari dinding rahim. Hasil penyedotan berupa darah, cairan ketuban, bagian-bagian plasenta dan tubuh janin terkumpul dalam botol yang dihubungkan dengan alat penyedot ini. Ketelitian dan kehati-hatian dalam menjalani metode ini sangat perlu dijaga guna menghindari robeknya rahim akibat salah sedot yang dapat mengakibatkan pendarahan hebat yang terkadang berakhir pada operasi pengangkatan rahim. Peradangan dapat terjadi dengan mudahnya jika masih ada sisa-sisa plasenta atau bagian dari janin yang tertinggal di dalam rahim. Hal inilah yang paling sering terjadi yang dikenal dengan komplikasi paska-aborsi.
Metode D&C – Dilatasi dan Kerokan
Dalam teknik ini, mulut rahim dibuka atau dimekarkan dengan paksa untuk memasukkan pisau baja yang tajam. Bagian tubuh janin dipotong berkeping-keping dan diangkat, sedangkan plasenta dikerok dari dinding rahim. Darah yang hilang selama dilakukannya metode ini lebih banyak dibandingkan dengan metode penyedotan. Begitu juga dengan perobekan rahim dan radang paling sering terjadi. Metode ini tidak sama dengan metode D&C yang dilakukan pada wanita-wanita dengan keluhan penyakit rahim (seperti pendarahan rahim, tidak terjadinya menstruasi, dsb). Komplikasi yang sering terjadi antara lain robeknya dinding rahim yang dapat menjurus hingga ke kandung kencing.

Keterangan gambar:
Alat kuret dimasukkan ke dalam rahim untuk mulai mengerok janin, ari-ari, dan air ketuban dari rahim
Cewek Begini….Cowok Begitu….
Masih banyak perbedaan antara cowok dan cewek dalam soal cinta atau asmara. Karena sifatnya yang “cuek”, tidak perdulian dan jarang meneteskan air mata, tak heran kalau cowok selalu menjadi “kambing hitam” atau pihak yang dibenci bila sebuah hubungan asmara terpaksa berakhir. Sebaliknya, cewek selalu nampak lebih menderita akibat putus cinta.
Dalam Liking and Loving: An Invitation to Social Psychology (1973), Zick Rubin, mengatakan bahwa cowok sebenarnya lebih rapuh, cengeng dan naif soal cinta. Cowok selalu menjadi pihak yang merasa lebih sakit hati akibat putus cinta. “Karena hal itu, biasanya cowok akan lebih hati-hati. Itulah kenapa cowok memiliki pengalaman bercinta lebih sedikit dari cewek, karena setelah putus, cowok akan sulit untuk jatuh cinta lagi,” kata Rubin.
Obama Bush Gaza
|
Pada musim kampanye pemilu Amerika Serikat (AS) Barack Husein Obama berkunjung ke Israel. Saat itu, empat bulan sebelum pemilihan presiden, Obama berpidato di sebuah permukiman Yahudi dekat Jalur Gaza, “Jika seseorang melemparkan roket atau granat ke rumah saya,di mana dua anak saya sedang tidur lelap, saya sebisa mungkin akan menghentikan aksi tersebut. Saya berharap orang-orang Israel melakukan hal yang sama.” Tepat satu setengah bulan setelah Obama terpilih jadi PresidenAS, 19 Desember lalu, Otoritas Hamas di Jalur Gaza menyatakan kesepakan perdamaian dengan Israel bubar. Pejuang Hamas yang tertindas Israel meluncurkan roket ke pemukiman Yahudi di kota-kota yang berdekatan dengan Jalur Gaza.Merasa mendapatkan “dukungan”Obama yang pernah disampaikan ketika kampanye itu tadi, Israel pun membalas serangan roket pejuang Hamas. Empat warga Israel yang tewas akibat roket Hamas dibalas dengan serangan udara besar-besaran sehingga menewaskan lebih dari sekitar 700 warga Palestina, dan ribuan lainnya luka-luka. Itulah balasan yang tak setimpal: kematian 4 orang dibalas dengan kematian 700 orang? Adakah cara lain untuk membalas roket Hamas tersebut? Mantan penasihat Dewan Keamanan AS,Zbigniew Kazimierz Brzezinski, mengungkapkan, serangan besar-besaran Israel ke Gaza adalah kesalahan besar. Tindakan Israel itu, kata Brzezinski, hanya akan mengundang kecaman dunia terhadap Tel Aviv dan memperbesar dendam Hamas kepada orang Yahudi. Tindakan Israel itu, lanjutnya, merupakan gambaran pemerintah Ehud Olmert yang frustrasi. Olmert tampaknya tak bisa melihat solusi lain kecuali menyerbu besarbesaran Jalur Gaza.
Obama Terjebak Namun Israel secara licik berupaya menyeret Bush dari Republik dan Obama dari Demokrat masuk dalam pusaran kepentingan Israel. Tel Aviv sepertinya mematuhi nasihat Obama saat kampanye di atas. Apakah hal itu yang menyebabkan Obama diam seribu bahasa terhadap aksi brutal Israel di Gaza? Haruskah Obama diam karena—seperti dikatakan Brooke Anderson, Juru Bicara Keamanan Nasional Tim Transisi Obama—belum menjadi presiden secara sah? Obama memang belum dilantik dan Bush baru akan turun setelah pelantikan Obama, 20 Januari mendatang. Mestinya,dalam masa transisi tersebut Bush tidak menyatakan sesuatu yang membuat marah dunia. Kita tahu Bush menyatakan bahwa Israel tidak bersalah dalam penyerangan ke Gaza. Israel hanya mau menghentikan serangan roket Hamas ke wilayahnya. Karena itu, kata Bush, penghentian serangan Israel hanya dimungkinkan jika Hamas menghentikan serangan roketnya. Pernyataan Bush tersebut jelas merupakan pemutarbalikan fakta. Sekelompok pejuang Hamas meluncurkan roket karena selama masa perdamaian Israel selalu memprovokasi dan menekan kehidupan orang-orang Hamas di Gaza. Pejabat dan aktivis Hamas diancam dan diintimidasi. Israel juga menutup perbatasannya dengan Gaza dan menjegal orang sipil yang dituduh Hamas untuk bekerja di Israel. Dampaknya, ekonomi Gaza pun terpuruk.Penutupan perbatasan Gaza-Israel menimbulkan permasalahan ekonomi serius di Gaza. Lantas,apa yang salah jika kemudian aktivis Hamas ingin terbebas dari tekanan Israel itu? Bagaimana seharusnya Obama bertindak? Obama memang menghadapi pilihan dilematis.Di satu sisi dia, bagaimana pun, adalah presiden sebuah negeri raksasa yang secara tradisional akan membela Israel. Meski tradisi Demokrat lebih bisa menghardik kejahatan Israel,tapi AS nyaris tak mungkin meninggalkan negeri Yahudi itu. Di pihak lain,Israel pun menyiasatinya dengan berbagai rupa tindakan licik agar Pemerintahan Obama (Demokrat) masuk dalam pusaran masalahnya. Kenapa Israel melakukan hal seperti itu? Semua ini, barangkali, merupakan cermin rasa takut Israel terhadap kebijakan-kebijakan AS setelah Obama resmi memerintah. Kita tahu, Obama dalam kampanyenya mengusung kalimat Change! Dan salah satu change tersebut pendekatan yang berbeda terhadap Israel dan Islam.Obama yang “mbah-buyut”-nya di Kenya adalah muslim, niscaya punya perspektif yang berbeda dengan Bush dalam melihat persoalan Israel dan Islam. Obama, misalnya, dalam kampanyenya berjanji akan melakukan dialog dengan Iran dan Suriah, musuh utama Israel; dan siap bertemu muka dengan kedua pimpinan negara tersebut. Ini betul-betul sebuah kebijakan yang radikal,kebijakan yang bertentangan dengan Bush dan kebijakan yang menampar Israel. Obama juga dalam kampanyenya berjanji akan mengambil kebijakan yang bersahabat dengan negaranegara Islam di Timur Tengah dan Teluk. Ini pun kebijakan yang tak dikehendaki Bush dan Israel. Kebijakan Obama inilah yang tampaknya hendak dirusak Israel dengan penyerbuannya ke Gaza. Untuk sementara ini, melihat dukungan Bush dan diamnya Obama,Israel berhasil memperdayai dan menjebak Obama. Tapi apakah Obama setelah dilantik akan mengikuti permainan Israel atau sebaliknya akan menghardik Israel,kita tunggu. Yang jelas, dunia kini menunggu kebijakan Obama terhadap pembantaian Gaza.Negara-negara Timur Tengah tampaknya tak bisa berbuat banyak melihat kebrutalan Israel di Gaza. Begitu pula negara-negara Barat. Israel hanya akan menurut kalau Washington menghardiknya. Bush sudah jelas mendukungnya. Harapan dunia kini tertuju pada Obama yang masih diam seribu bahasa. Apakah diamnya Obama tanda setuju terhadap serangan Israel ke Gaza, atau sebaliknya, tanda kemarahan melihat kekejaman Israel? Washington sudah terlalu banyak mengeluarkan biaya, baik secara finansial, politik, maupun sosial untuk melindungi Israel. Tiap tahun tak kurang USD4 miliar diberikan Washington secara cuma-cuma ke Tel Aviv. Senjata bernilai miliaran dolar juga diberikan AS kepada Israel. Hasilnya, Israel makin brutal dan berani mengacak-acak keputusan PBB serta perasaan masyarakat internasional yang benci perang dan pembantaian manusia. Beranikah Obama menghentikan tindakan brutal Israel di Gaza? Jika berani, berarti Obama benar-benar memenuhi janjinya dan citra AS akan makin baik di mata dunia. Jika tidak, Obama akan dikutuk masyarakat internasional karena menjilat ludahnya sendiri. Yang terakhir ini jelas akan membahayakan Obama dan AS sendiri seperti diprediksi Jerome R Corsi dalam buku The Obama Nation. Prediksi Corsi itu akan meleset jika Obama benar-benar melaksanakan janji-janji kampanye, apa pun yang terjadi! Jika Amerika berani mengatur dunia, logikanya Washington akan berani mengatur Israel, negeri yang hanya berpenduduk lima juta jiwa yang hidupnya “menyusu” kepadanya.* sumber : http://www.uinjkt.ac.id(Penulis adalah Guru Besar UIN Jakarta) |
Al-Qur`an Menjawab Pertanyaan Manusia
Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji ?
Qur’an Menjawab : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut : 2). Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)
Manusia Bertanya :Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik?
Qur’an Menjawab : ………. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)
Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Meneropong sifat si dia lewat gaya tidur…

Anda penasaran ingin mengetahui sisi terdalam dari pasangan? Coba deh sesekali cermati gaya tidurnya. Lewat posisi tidur, Anda bisa meneropong sifat si dia.
Para pakar gangguan tidur percaya bahwa posisi tidur bisa memberi petunjuk mengenai kepribadian seseorang. Pasalnya, posisi tidur merupakan posisi yang paling nyaman.
Inilah enam posisi tidur lelaki yang berhasil diteliti Profesor Chris Idzikowski, direktur Sleep Assessment and Advisory Service, sekaligus pengajar di Universitas Surrey, Selatan Inggris. Apa saja artinya? Intip yuk! Baca entri selengkapnya »










